Minggu, 29 Maret 2009

Perjuangan Dio Minggu ke - 27

Papaku menyebutnya minggu ke 27 (satu minggu setelah Dio lahir), karena waktu Dio lahir hitungannya minggu ke-26. Untuk kehamilan normal, seorang bayi sudah waktunya lahir jika memasuki usia 36 minggu 10 hari. Pada minggu pertama ini, adalah minggu yang sangat kritis bagi Dio. dr Risa mengatakan bahwa harus benar-benar hati-hati penanganannya. Banyak alat - alat yang dipasang, yaitu : Alat monitor ECG ( untuk memantau denyut jantung, pernapasan, kadar Oksigen dan tekanan darah Dio), selang untuk minum susu Dio lewat mulut langsung ke lambung Dio karena Dio belum bisa untuk minum ataupun menelan air susu, Alat Ventilator untuk membantu napas Dio, dan yang terakhir adalah jarum infus yang menempel di tangan kanan Dio untuk tambahan cairan dan untuk jalur pemberian obat



Waoow...betapa mama dan papaku tidak tega melihatnya, bayi sekecil itu dengan rentengan peralatan medis yang menempel di tubuhnya. Papaku sampai meneteskan air mata saat pertama kali melihatku. Tetapi mama - papaku pasrah saja dengan keadaan itu, yang penting bagaimana caranya Dio bertahan hidup. Dan yang pasti jika kita berusaha dan berniat dengan baik pasti Allah akan memberi jalan. Itulah yang membuat mama-papaku tegar menghadapinya. 
Di minggu ini kondisi Dio benar - benar drop, berat badan langsung turun perlahan - lahan dari 900gr menjadi 780 gr. Sebenarnya wajar, bayi normal pun akan mengalami itu karena bayi akan kehilangan lemak namun akan berangsur naik kembali. Tetapi jika Dio yang mengalami, turunnya berat badan tersebut juga mempengaruhi fisik Dio. Dio juga mengalami lupa napas istilah medisnya Breeding, yaitu kondisi jantung dan paru - paru tidak bekerja spontan. Nah kalo pas terjadi itu biasanya alat monitor akan keluar bunyi peringatan. Ukuran normalnya harus diatas 90, jika turun dari itu nada dari alat tersebut akan berubah turun. Nah jika mencapai angka dibawah 50 baru keluar tanda breeding di layar monitornya disertai bunyi peringatan. Ketika posisi tersebut baru deh para suster jaga bakal kelabakan dan yang jelas berusaha menyadarkan dio dengan menggoyang-goyangkan badan atau menggelitiki kaki dio. Kenapa begitu supaya dio sadar lagi.....hehehe... Tetapi jika tidak sadar juga tekanan Oksigennya ditambah lewat alat Ventilator yang langsung ke hidungnya. Karena berisi oksigen murni, bisa cepat membantu napas Dio kembali normal.



Betapa bersyukurnya mama - papaku, ketika 2 hari setelah Dio lahir ASI mamaku keluar bancar. Waktu itu mamaku minum obat namanya Molocco dari resep dr Marsianto, dr kandungan mamaku. Ketika mendengar itu, dr Nunung minta segera diberikan ke Dio. Karena ASI pertama kali itu mengandung zat yang sangat bagus untuk perkembangan Antibodi Dio. Nama zatnya adalah kolostrum. Yah karena Dio masih belum bisa minum Susu sendiri, ASI mamaku disedot menggunakan alat lalu dimasukkan ke botol - botol susu bayi. Waktu itu papaku membeli botol susu banyak sekali untuk persediaan jika tidak cukup tempat. Dan botol - botol berisi ASI tersebut diberi tanda dan waktu diisi. ASI mamaku diberikan ke Dio lewat alat seperti suntik gitu. Dan alat tersebut ada otomatis pengaturan tekanannya serta timernya. Nah suntik tersebut terhubung dengan selang yang masuk ke mulut Dio sampai ke lambung Dio. Untuk pertama kalinya Dio hanya minum 5cc saja, karena lambung Dio masih belum mampu mencerna makanan yang banyak. Selain itu, pada awalnya Dio juga dilihat proses pencernaannya apakah berjalan dengan baik. Ukurannya adalah Dio bisa buang air besar dan kecil secara normal. Alhamdulillah ternyata pencernaannya berjalan dengan baik. Tetapi ketika buang air besar, Dio harus dibantu dengan obat yang dimasukkan lewat anus Dio karena otot-otot ususnya belum mempunyai kekuatan. Nama obat itu Microlax, setelah diberi obat itu baru deh kotoran keluar tanpa harus Dio bersusah payah mengeluarkan. 



Pada minggu awal ini keadaan paru - paru Dio diperhatikan betul, hingga Dio di Foto Thorax untuk mengetahui apakah kondisi paru - paru Dio sudah berkembang sempurna. Biasanya dr. mempersiapkan obat khusus namanya Surfaktan untuk membantu paru - paru bayi prematur berkembang. Alhamdulillah ternyata paru - paru Dio sudah berkembang sempurna, untuk itu dr. Risa tidak memberikan obat tersebut. Ternyata obat tersebut sudah sempat kebuka kemasannya, karena dipikir kalo Dio membutuhkan. Untung dr. Risa baik hati, obat tersebut diambil beliau untuk diberikan ke pasien lain saja nanti. Maklum harga obat Surfaktan tersebut tidak murah, kalau tidak salah seharga lima jutaan. Fiuuuhh untung deh Dio kata papaku...



Seperti bayi baru lahir pada umumnya, biasanya bayi mengalami kenaikan kadar Bilirubin dalam darah. Sehingga tubuh si bayi kelihatan menguning, ini yang biasa disebut bayi kena kuning itu. Salah satu cara untuk menurunkannya harus menggunakan terapi disinari menggunakan lampu ultraviolet. Di minggu awal ini Dio harus melakukan terapi itu, dengan mata ditutup kacamata kain khusus supaya tidak kena sinar lampu secara langsung. Kasihan juga ngelihatnya...tapi karena keadaan itu normal untuk bayi - bayi yang baru lahir ya harus pasrah. Selama  4 hari di minggu ke-27 ini Dio terapi sinar ultraviolet tersebut.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar