
Lagi - lagi perasaan tidak tega terlintas di benak papaku ketika suster akan memasang selang minumnya Dio lewat mulut Dio. Karena hanya itu satu - satunya jalan untuk bisa dilakukan. Papaku hanya bisa berdo'a dan berdo'a untuk kelancaran segalanya. Alhamdulillah Dio bisa ditangani dengan cepat saat itu, setelah diizinkan oleh dokter Nunung ( dr. Noerdjatmiko / dr. spesialis anak) papaku mulai meng-Adzani di telinga kanan Dio. Lagi - lagi papa menangis ketika dekat sekali dengan Dio. Setelah selesai di telinga kanan, selanjutnya di telinga kiri Dio di Khomad-ti. Pada saat itu terdengar sekali rintihan suara Dio. Subhanallah, Dio juga menangis saat itu meskipun suaranya lirih sekali.


Tidak lama setelah itu papaku diberi arahan sama dr. Risa ( salah satu dokter anak yang juga menangani Dio). Intinya bahwa anak yang terlahir prematur harus diberi semangat oleh kedua orang tuanya dan untuk biaya perawatan anak prematur memang besar. Papaku diberi gambaran tentang perawatan yang harus dilakukan, dokter mengatakan itu semua jangan dilihat keadaan sekarang namun untuk di masa depannya Dio. Dengan tidak berpikir panjang lebar, papaku siap menghadapi itu semua karena yang terpenting saat ini adalah kondisi Dio. Dio harus berjuang untuk hidup, papa dan mamaku mensupport dengan segala hal. Sempat terlontar pertanyaan dari papaku, sampai berapa total biayanya??...............kisaran sampe 150jt.
Yah semua harus dihadapin, dan lagi-lagi papa - mama Dio maunya yang terbaik buat Dio. Saat itu Dio ditangani oleh 4 dokter spesialis anak. Dokter - dokter tersebut adalah : dr. Noerdjatmiko, dr. Risa, dr. Dina, dan dr. Ira. Untunglah semua dokter yang terbaik yang menangani, dan yang terpenting dokternya sabar serta komunikatif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar